Jawabanyang benar adalah: A. Ibu bertanya kepada anaknya tentang kapan libur sekolahnya. Dilansir dari Ensiklopedia, tindakan berikut ini yang merupakan bentuk hubungan sosial adalah Ibu bertanya kepada anaknya tentang kapan libur sekolahnya. [irp] Pembahasan dan Penjelasan I Latar Belakang. Manusia adalah makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, ia membutuhkan orang lain untuk dapat tumbuh kembang menjadi manusia yang utuh. Dalam perkembangannya, pendapat dan sikap peserta didik dapat berubah karena interaksi dan saling berpengaruh antar sesama peserta didik maupun dengan proses sosialisasi. Tindakanberikut ini yang merupakan bentuk hubungan sosial adalah? Ibu bertanya kepada anaknya tentang kapan libur sekolahnya; Seorang remaja putri memandangi potret artis idolanya; Kakek menonton televisi di ruang keluarga; Pelajar membaca buku biografi tokoh; Semua jawaban benar MakalahTindakan dan Interaksi Sosial antarindividu dan antarkelompok nama kelompok: ketua: ispina piranika anggota:1.eprendy 2.melinda aprilia saputra 4.ardo antonio 5.heni yati 6.mila purnama dewi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi. Interaksisosial yang baik akan menghasilkan komunikasi yang baik sehingga dapat mengembangkan sikap bersahabat. Contohnya yaitu . (A) dapat hidup bersama sesuai yang diharapkan (B) ada persamaan saling membutuhkan antar anggota masyarakat (C) menumbuhkan sikap saling kerjasama, bersaing bahkan berkonflik Vay Tiền Online Chuyển Khoản Ngay. Selamat datang di web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Tindakan Sosial? Mungkin anda pernah mendengar kata Tindakan Sosial? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, pengertian menurut para ahli, ciri, jenis, bentuk, tipe, faktor, teori dan contoh. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan. Pengertian Tindakan Sosial Tindakan sosial ialah sikap manusia untuk memperoleh tujuan indivual dirinya. Perbuatan yang dijalankan atau dihaluan ke benda mati ataupun yang tidak mempunyai ketergantungan dengan orang lain itu bukan tindakan sosial. Berikut ini adalah beberapa pengertian tindakan sosial menurut para ahli yaitu Tindakan sosial adalah suatu tindakan yang memiliki makna yaitu ketika individu yang berinteraksi dengan individu lain dan hasilnya individu tersebut dapat mempengaruhi perilaku individu lainnya. Tindakan Sosial adalah sebagai tindakan manusia yang dapat memengaruhi individu-individu lainnya dalam masyarakat. Tindakan Sosial adalah Sebagai perilaku manusia yang diarahkan oleh norma-norma dan tipe solidaritas kelompok tempat ia hidup. Tindakan Sosial adalah Sebagai Aktvitas manusia yang berusaha menghasilkan barang, atau mencoba sesuatu yang unik untuk mengejar tujuan tertentu .Tidak semua tindakan manusia dapat dianggap sebagai tindakan sosial. Ciri-Ciri Tindakan Sosial Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri tindakan sosial, yakni sebagai berikut Tindakan berperngaruh indivual Tindakan visibel yang mempunyai sifat emosial dan sifat indivual Tindakan yang bermakna positif Tindakan dihaluan kepada orang lain Tindakan yang dijalankan menjadi respons mengenai tindakan orang lain. Jenis-Jenis Tindakan Sosial Berikut ini terdapat 4 jenis-jenis tindakan sosial, yakni sebagai berikut Tindakan Sosial Rasional Tindakan sosial rasional ialah tindakan sosial yang dijalankan dengan penilaian dan alternatif secara paham ataupun inisiatif. Tindakan Sosial Irasional Tindakan sosial irasional ialah tindakan sosial yang berhubungan pada sebuah struktur nilai spesifik. Tindakan Sosial Tradisional Tindakan sosial tradisional ialah tindakan sosial yang memakai pandangan tradisi yang sudah normal sehingga tidak memandang prosedur sosial dan tujuannya. Tindakan Sosial Afektif Tindakan sosial afektif ialah tindakan sosial yang sepihak besar perbuatannya diotoritaskan perasaan atau tanpa menjalankan penilaian yang mendetail. Bentuk-Bentuk Tindakan Sosial Berikut ini adalah bentuk-bentuk tindakan sosial yaitu 1. Tindakan sosial yang bersifat rasional Tindakan sosial yang bersifat rasional adalah tindakansosial yang dilakukan dengan pertimbangan dan pilihansecara sadar, meliputi suatu unsur yang sistematis danteratur untuk mencapai tujuan yang telah Pak Wawan sebagai pelatih sepak bola diSMPN 1 Kujang mengatur taktik permainan untukmemenangkan babak final kejuaraan sepak bolaantarsiswa SMP lainnya, untuk membantu pemahamanmengenai pelajaran yang tidak bisa dimengerti di sekolah,Andri bergabung dengan sebuah lembaga bimbinganbelajar terkemuka yang ada di kotanya. 2. Tindakan sosial yang bersifat irasional Tindakan sosial yang bersifat irasional adalah tindakansosial yang berorientasi pada suatu sistem nilai yang akan dilakukan bersifat tiba-tiba tanpamemperhitungkan asas dan tujuan tindakan. Contohnya,menolong orang yang kecelakaan. Contoh lainnya adalahmemberi persembahan kepada jin penunggu tempatyang dikeramatkan. 3. Tindakan sosial yang bersifat tradisional Tindakan sosial yang bersifat tradisional adalah tindakansosial yang menggunakan pertimbangan tradisi yangsudah baku, sehingga tidak memperhitungkan prosessosial dan Upacara Seba, yaitu kebiasaan tradisionalsuku Badui saat mengadakan kunjungan ke kepalakabupaten setempat. Contoh lain adalah mencium tangandan mengucapkan salam kepada orang tua saat akan pergidari rumah. Tipe Tindakan Sosial Berikut ini adalah beberapa tipe tindakan sosial yaitu Tindakan rasionalitas instrumental Zwerk Rational Tindakan ini merupakan suatu tindakan sosial yang dilakukan seseorang didasarkan atas pertimbangan dan pilihan sadar yang berhubungan dengan tujuan tindakan itu dan ketersediaan alat yang dipergunakan untuk mencapainya. Contohnya Seorang siswa yang sering terlambat dikarenakan tidak memiliki alat transportasi, akhirnya ia membeli sepeda motor agar ia datang kesekolah lebih awal dan tidak terlambat. Tindakan ini telah dipertimbangkan dengan matang agar ia mencapai tujuan tertentu. Dengan perkataan lain menilai dan menentukan tujuan itu dan bisa saja tindakan itu dijadikan sebagai cara untuk mencapai tujuan lain. Tindakan rasional nilai Werk Rational Sedangkan tindakan rasional nilai memiliki sifat bahwa alat-alat yang ada hanya merupakan pertimbangan dan perhitungan yang sadar, sementara tujuan-tujuannya sudah ada di dalam hubungannya dengan nilai-nilai individu yang bersifat absolut. Contoh perilaku beribadah atau seseorang mendahulukan orang yang lebih tua ketika antri sembako. Artinya, tindakan sosial ini telah dipertimbangkan terlebih dahulu karena mendahulukan nilai-nilai sosial maupun nilai agama yang ia miliki. Tindakan afektif/Tindakan yang dipengaruhi emosi Affectual Action Tipe tindakan sosial ini lebih didominasi perasaan atau emosi tanpa refleksi intelektual atau perencanaan sadar. Tindakan afektif sifatnya spontan, tidak rasional, dan merupakan ekspresi emosional dari individu. Contohnya hubungan kasih sayang antara dua remaja yang sedang jatuh cinta atau sedang dimabuk asmara. Tindakan ini biasanya terjadi atas rangsangan dari luar yang bersifat otomatis sehingga bias berarti Tindakan Tradisional/Tindakan karena kebiasaan Traditional Action Dalam tindakan jenis ini, seseorang memperlihatkan perilaku tertentu karena kebiasaan yang diperoleh dari nenek moyang, tanpa refleksi yang sadar atau perencanaan. Tindakan pulang kampong disaat lebaran atau Idul Fitri. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tindakan Sosial Berikut ini adalah beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi tindakan sosial yaitu Dorongan untuk memenuhi kebutuhan hidup Dorongan untuk mempertahankan kelangsungan hidup Dorongan untuk melanjutkan keturunan Teori Tindakan Sosial System kehidupan ini dapat dianalisis melaui dua dimensi yaitu interaksi antar bagian-bagian / elemen-elemen yang membentuk system dan interaksi / pertukaran antar system itu dengan lingkungannya. Talcott Parsons membangun suatu teori system umum / Grand Theory yang berisi empat unsure utama yang tercakup dalam segala system kehidupan, yaitu Adaptation, Goal Attainment, Integration dan Latent Pattern Maintenance. Talcott Parsons mengemukakan teori sebagai berikut Sitem Sosial Sistem Budaya ==> Individu ==> Perilaku Sistem Kepribadian Contoh Tindakan Sosial Berikut ini adalah beberapa contoh tindakan sosial yaitu 1. Tindakan sosial rasional, antara lain Untuk membantu pengetahuan tentang pelajaran yang tidak bisa dipahami di sekolah, Ahmad berasosiasi dengan badan pengarahan belajar terkenal yang terdapat di daerahnya. 2. Tindakan sosial irasional, antara lain Membantuk orang yang terkena musibah kecelakaan. Membagikan hidangan pada iblis penunggu tempat yang bertuah. 3. Tindakan Sosial Tradisional, antara lain Upacara adat budaya yang masih berjalan di semua kawasan di Indonesia. Aktivitas tersebut dijalankan mencontohi kerutinan yang sudah bebuyutan. 4. Tindakan sosial afektif, antara lain Seseorang ibu-ibu menangis dengan mendengar kabar sedih dari suaminya, kalau anaknya mengalami kecelakaan. Tindakan tersebut sebagai ekspresi langsung tanpa terlebih dahulu memandang argumen tujuannya. Demikian Penjelasan Materi Tentang Tindakan Sosial Pengertian, Pengertian Menurut Para Ahli, Ciri, Jenis, Bentuk, Tipe, Faktor, Teori dan Contoh Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi. Hubungan sosial dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk berdasarkan kriteria tertentu. Berikut ini akan kita bahas beberapa bentuk hubungan sosial Berdasarkan statusnya hubungan sosial dapat dibedakan menjadi hubungan tertutup dan hubungan terbuka. Hubungan tertutup adalah hubungan sosial yang terjadi dalam satu golongan sosial tertentu. Sebagai contoh hubungan sesama agama, sesama etnik, sesama ras, sesama orang kaya, dan sebagainya. Sementara itu, hubungan terbuka adalah hubungan sosial yang disebabkan oleh perbedaan status di masyarakat, bukan oleh kelompok sosial. Sebagai contoh hubungan sosial di sekolah. Di sekolah siswa menjalin hubungan sosial dengan guru. Di perusahaan terjadi hubungan antara majikan dan karyawan. Di rumah terjadi hubungan antara pemilik rumah dengan pekerja rumahtangga. Menurut tingkatannya, hubungan sosial dapat dibedakan menjadi hubungan sosial horizontal dan hubungan sosial vertikal. Hubungan sosial horizontal adalah hubungan sosial antara individu atau kelompok yang sederajat yang memiliki kepentingan yang sama. Hubungan antarkolega di sekolah merupakan contoh hubungan sosial horizontal. Hubungan sosial vertikal adalah hubungan sosial terjadi atas dasar perbedaan kedudukan. Sebagai contoh, hubungan anak dengan orangtua. Orangtua memberi perintah kepada anak untuk belajar. Sebaliknya, anak tidak dapat memberi perintah kepada orangtua. Demikian pula di sekolah, kepala sekolah memberi perintah kepada guru untuk mengerjakan tugas-tugas tertentu, dan bukan sebaliknya. Dilihat dari dimensi waktu hubungan sosial dapat dibedakan menjadi hubungan yang bersifat temporer dan hubungan sosial yang sifatnya permanen. Hubungan sosial temporer adalah hubungan sosial yang sifatnya sementara atau terjadi dalam waktu tertentu. Siswa berhubungan dengan siswa lain dan guru di sekolah. Hubungan sosial [43] di sekolah hanya terjadi pada jam sekolah. Contoh lain, hubungan antara penjual dan pembeli, antara penumpang dan sopir bus, dan sebagainya. Sementara itu, hubungan sosial permanen adalah hubungan sosial yang berlangsung dalam waktu lama, bahkan dapat berlangsung sepanjang waktu. Sebagai contoh hubungan antara suami dan istri, hubungan antara anak dengan orangtua di dalam keluarga. Berdasarkan kepentingan, hubungan sosial dapat dibedakan menjadi hubungan sosial primer dan hubungan sosial sekunder. Hubungan sosial primer adalah hubungan sosial yang bersifat pribadi. Hubungan yang bersifat pribadi tersebut melekat pada kepribadian seseorang dan tidak dapat digantikan oleh orang lain. Sebagai contoh hubungan suami dan istri. Hubungan sosial sekunder adalah hubungan sosial yang bersifat formal atau resmi, impersonal tidak bersifat pribadi dan segmental terpisah-pisah yang didasarkan atas asas manfaat. Sebagai contoh hubungan dalam dunia perdagangan antara dua pihak yang dituangkan dalam kontrak tertulis. Hubungan sosial juga dapat dibedakan antara hubungan sosial di pedesaan dan hubungan sosial di perkotaan. Hubungan sosial di pedesaan dan di perkotaan dapat dilihat pada tabel berikut ini No Masyarakat Pedesaan Masyarakat Perkotaan 1 Informal Formal 2 Saling mengenal Tidak saling mengenal 3 Pribadi personal Tidak bersifat pribadi impersonal 4 Komunalistik Individualistik 5 Tatap muka face to face Tidak harus tatap muka bisa melalui media 6 Pengendalian social ketat Pengendalian social longgar 7 Keteritakan pada tradisi kuat Keteritakan pada tradisi lemah 8 Kehidupan keagamaan bersifat kental Kehidupan keagamaan bersifat longgar [44] 10 Masyarakat mayoritas bekerja di sector tertentu seperti sebagai petani, nelayan. Masyarakat bekerja di banyak sector seperti industri, perdagangan, pemerintahan, keuangan, pendidikan, dan sebagainya Kita telah memahami perbedaan hubungan social pada masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. Untuk memperkaya pemahaman, kita perhatikan gambar di bawah ini. Kita pernah mendengar istilah paguyuban dan patembayan, atau dalam bahasa Jerman disebut sebagai Gemeischaft dan Gesselschaft? Di antara kalian mungkin belum pernah mendengar istilah itu. Baiklah, istilah itu dikemukan oleh Sosiolog Jerman bernama Ferdinand Tonnies. Tonnies membedakan hubungan social ke dalam Gemeinschaft Paguyuban dan Gesselschaft Patembayan. Paguyuban adalah bentuk kehidupan bersama yang anggotanya diikat oleh suatu hungan batin yang murni dan alamiah serta bersifat kekal. Kehidupan bersama dalam paguyuban memiliki cirri-ciri sebagai berikut hubungan social bersifat menyeluruh yang harmonis, bersifat pribadi, dan berlangsung untuk kelangan sendiri dan bukan untuk orang lain dari luar eksklusif. Menurut Tonnies, paguyuban mempunyai tiga bentuk, yaitu 1. Paguyuban karena ikatan darah/keturunan gemeinschaft by blood, yaitu merupakan ikatan yang didasarkan pada ikatan darah atau keturunan. Contoh keluarga dan kelompok kekerabatan; 2 Paguyuban karena tempat gemeinschaft by place, yaitu suatu paguyuban yang terdiri dari orang-orang yang berdekatan tempat tinggal, sehingga saling dapat tolong menolong. Contoh rukun tetangga dan rukun warga; 3 Paguyuban karena jiwa pikiran gemeinschaft by mind, yaitu suatu paguyuban yang terdiri dari orang-orang yang walaupun tidak mempunyai hubungan darah atau tempat tinggalnya tidak berdekatan, namun mereka mempunyai jiwa dan pikiran yang sama, dan mempunyai ideologi yang sama. Tonnies mengartikan patembayan sebagai ikatan lahiriah yang bersifat pokok untuk jangka waktu yang pendek. Patembayan terbentuk oleh kemampuan pikiran [45] imajinasi serta strukturnya bersifat mekanis yang memiliki beberapa komponen. Contoh ikatan antara pedagang dan organisasi dalam suatu pabrik/industri. Charler Horton Cooley menjelaskan hubungan-hubungan sosial dapat terjadi pada kelompok primer primary group dan kelompok sekunder secondary group. Hubungan sosial dalam kelompok primer ditandai oleh pergaulan dan kerjasama tatap muka yang intim. Dalam kelompok ini kita dapat mengenal seseorang sebagai suatu pribadi secara akrab. Untuk mengenal pribadi seseorang secara akrab kita dapat melakukannya melalui hubungan sosial yang bersifat informal tidak resmi, akrab, personal, dan total, yang mencakup banyak aspek dari pengalaman hidup seseorang. Dalam kelompok primer ini, seperti keluarga, hubungan sosial cenderung bersifat santai. Para anggota kelompok primer seperti ini saling tertarik satu sama lain sebagai suatu pribadi. Mereka menyatakan harapan-harapan, kecemasan-kecemasan, berbagai pengalaman, memperguncingkan gosif dengan senang, dan saling memenuhi kebutuhan akan keakraban persahabatan. Agar terjadi hubungan sosial antara anggota kelompok secara akrab, kelompok primer harus kecil. Sementara itu, dalam kelompok sekunedr hubungan sosial bersifat formal, impersonal, dan segmental, serta didasarkan pada azas manfaat utilitarian. Seseorang tidak berurusan dengan orang lain sebagai suatu pribadi, tetapi sebagai orang yang berfungsi dalam menjalankan suatu peran. Dalam hubungan sosial pada kelompok sekunder ini kualitas pribadi tidak penting, sebaliknya yang dianggap penting adalah cara kerja. Hanya aspek atau bagian dan seluruh kepribadian, yang terlibat dalam menjalankan peran, itu saja yang dianggap penting. Kelompok sekunder berbentuk serikat pekerja, mitra dagang, kelompok profesi, dan sebagainya. Kelompok ini lahir untuk memenuhi tujuan khusus yang terbatas, yang hanya melibatkan sebagian dari kepribadian para anggotanya. Menurut Emile Durkheim, hubungan sosial dapat terjadi pada dua tipologi masyarakat, yaitu masyarakat yang bertipe solidaritas mekanis dan solidaritas organis. Hubungan sosial yang terjadi pada masyarakat yang bertipe solidaritas mekanis, masing-masing anggota dapat menjalankan peran yang diperankan oleh orang lain. Hal ini disebabkan pada masyarakat seperti ini belum terjadi pembagian kerja. Peran semua orang sama sehingga ketidakhadiran seseorang tidak mempengaruhi kelangsungan [46] hidup masyarakat karena peran seseorang tersebut dapat digantikan oleh orang lain. Seorang anak, misalnya, dengan cepat dapat melakukan apa yang dilakukan oleh ayahnya seperti berburu, berladang, dan bertani. Dalam masyarakat seperti ini, yang diutamakan adalah persamaan perilaku dan sikap. Perbedaan tidak dibenarkan. Menurut Durkheim, seluruh anggota masyarakat diikat oleh apa yang dinamakan sebagai kesadaran kolektif collective conscience, yaitu suatu kesadaran bersama yang mencakup keseluruhan kepercayaan dan perasaan kelompok. Kesadaran kolektif ini bersifat eksternal exterior dan memaksa coercive. Anggota masyarakat yang melakukan pelangaran terhadap kesadaran kolektif ini akan mendapatkan sanksi yang bersifat represif. Pelanggar kesadaran kolektif akan dikenai sanksi yang memberikan penderitaan atau nestapa. Sanksi represif ini merupakan bentuk kemarahan kolektif sebagai akibat dari pelanggaran terhadap kesadaran kolektif. Anggota masyarakat lain merasa terlanggar kesadaran kolektifnya. Tujuan dari pengenaan sanksi represif adalah ketidakseimbangan masyarakat dapat dipulihkan kembali. Dengan kata lain, sanksi represif dijatuhkan untuk menimbulkan efek jera, baik bagi si pelanggar maupun orang lain, agar tidak mengulangi perbuatan pelanggaran terhadap kesadaran koletif. Pada masyarakat yang bertipe solidaritas organis, anggota masyarakat berhubungan dengan anggota lain berdasarkan fungsi atau peran masing-masing. Pada masyarakat seperti ini telah terjadi pembagian kerja, bahkan telah terjadi spesialisasi-spesialisasi fungsi atau peran. Tiap anggota masyarakat menjalankan peran yang berbeda, dan di antara berbagai peran yang ada terdapat saling ketergantungan. Hal ini analog dengan saling ketergantungan antarbagian suatu organisme biologis. Karena saling ketergantungan ini maka ketidakhadiran pemegang peran tertentu akan mengakibatkan gangguan pada kelangsungan hidup masyarakat. Banyak contoh kita temukan dalam masyarakat. Misalnya, tidak berperannya polisi akan mengakibatkan adanya ancaman atau gangguan keamanan masyarakat secara keseluruhan. Tidak berperannya petani akan mengakibatkan masalah dalam produksi dan penyediaan bahan pangan yang dapat mengancam kelangsungan hidup masyarakat. Demikian juga, pemogokan sopir truk pengangkut barang kebutuhan pokok akan mengganggu atau mengancam persediaan bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat. [47] Dalam masyarakat seperti ini ikatan utama yang mempersatukan masyarakat bukan lagi kesadaran kolektif, melainkan kesepakatan yang terjalin di antara berbagai kelompok profesi. Pelanggaran-pelanggaran terhadap kesepakatan-kesepakatan akan memperoleh ancaman sanksi yang bersifat restitutif atau hukum perdata. Dalam hal terjadi pelanggaran terhadap kesepakatan bersama, si pelanggar akan dijatuhi sanksi denda atau membayar ganti rugi kepada pihak yang dirugikan. Tujuan dari pemberian sanksi ini adalah untuk memulihkan atau mengembalikan keseimbangan telah dilanggarnya. Max Weber menjelaskan hubungan social pada dua tipe masyarakat, yaitu masyarakat tradisional dan masyarakat rasional. Pada masyarakat tradisional hubungan-hubungan social antara anggota masyarakat berlandaskan pada tradisi. Anggota masyarakat sangat terikat pada tradisi yang dipelihara dan dilestarikan oleh masyarakatnya. Anggota masyarakat melakukan tindakan tertentu karena tindakan itu telah menjadi kebiasaan turun-temurun. Masyarakat tradisional seperti ini kita temukan pada masyarakat pedesaan. Kalian yang bertempat tinggal di daerah pedesaan akan menemukan berbagai macam ritual tradisional yang diselenggarakan anggota masyarakat ketika memulai masa tanam dan panen di sawah. Kalian juga menemukan ritual bersih desa di desa. Anggota masyarakat mendatangi tempat-tempat yang dikeramatkan untuk melakukan ritual. Sementara itu, pada masyarakat rasional anggota masyarakat tidak memliki keterikatan dengan tradisi masyarakatnya. Sebaliknya, anggota masyarakat justru meninggalkan tradisi. Anggota masyarakat melakukan tindakan sangat mempertimbangkan tujuan yang ingin dicapai dan dengan cara apa tujuan tersebut dicapai. Tindakan seperti ini oleh Weber disebut dengan tindakan yang bersifat rasionalitas instrumental. Tindakan seperti ini lazim terjadi pada hubungan-hubungan dalam transaksi jual beli di pasar atau dunia perdagangan. Pembeli mempunyai tujuan untuk membeli barang dengan kualitas bagus dan harga murah, sementara penjual atau pedagang mempunyai tujuan untuk menjual barang dengan harga tinggi sehingga memperoleh keunungan. Masyarakat rasional seperti ini kita temukan pada masyarakat perkotaan. [48] Hubungan social juga dapat dilihat dari dimensi fisiologis seperti hubungan social antara laki-laki dan perempuan, hubungan antara orang yang berusia tua dan muda, hubungan antara orang kulit putih dan kulit hitam. Kita pernah mendengar istilah kelompok mayoritas dan kelompok minoritas? Berdasarkan jumlah dan kualitas anggota kelompok, hubungan social dapat dibedakan menjadi hubungan social kelompok mayoritas dan kelompok minoritas. Dilihat dari jumlah anggotanya, etnik Jawa merupakan kelompok mayoritas, sementara itu etnik Tionghoa merupakan kelompok minoritas. Dilihat dari kualitas anggotanya, meskipun jumlahnya lebih sedikit orang kulit putih di Afrika Selatan pada masa penerapan politik apartheid merupakan kelompok mayoritas dibandingkan orang kulit hitam, meskipun jumlahnya lebih besar. Orang kulit putih mengusai orang kulit hitam di negara itu. Bentuk hubungan sosial juga bisa didasarkan pada kelompok etnik. Kelompok etnik berdasarkan atas persamaan dan perbedaan budaya bangsa-bangsa di dunia. Berdasarkan persamaan dan perbedaan budaya, masyarakat Indonesia dapat dibedakan menjadi puluhan, bahkan ratusan etnik. Kelompok-kelompok etnik itu seperti etnik Jawa, etnik Sunda, etnik Madura, etnik Batak, etnik Bugis, etnik Banjar, dan sebagainya. Selain itu, hubungan sosial juga dapat dilihat dari agama. Berdasarkan atas agama, masyarakat Indonesia dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok, yaitu Islam, Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha, dan sekian banyak aliran kepercayaan. Di antara pemeluk-pemeluk agama tersebut menjalin hubungan sosial. Atas dasar keberagaman kelompok etnik dan agama ini bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat majemuk. Apakah dampak yang ditimbulkan oleh keberagaman kelompok etnik ini bagi bangsa Indonesia? Di satu sisi, keberagaman etnik dan agama dapat menimbulkan konflik social yang melibatkan antarkelompok etnik dan agama. Beberapa konflik social di beberapa daerah seperti di Ambon, Poso, Sampit, Kupang, dan sebagainya tidak dapat dilepaskan dari adanya perbedaan etnik dan agama. Konflik-konflik social tersebut bukan saja mengakibatkan terjadinya korban jiwa dan harta benda, juga mengakibatkan terancamnya disintegrasi bangsa. Bangsa Indonesia menghadapi encaman perpecahan. Salah satu factor penyebab konflik-konflik social tersebut adalah [49] perbedaan etnik dan agama tidak bisa dikelola dengan baik. Selain itu, masyarakat yang berbeda etnik dan agama tidak mensyukuri bahwa perbedaan etnik dan agama merupakan rahmat dan anugrah dari Tuhan Yang Mahaesa. Di lain sisi, sebagai bangsa yang religius kebegaraman etnik dan agama harus disyukuri sebagai rahmat dan anugrah dari Tuhan Yang Mahaesa. Bila kita mengembangkan rasa syukur seperti itu maka kebegaraman etnik dan agama akan menjadi kekayaan bangsa Indonesia, yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Sebagai bangsa Indonesia, kita hendaknya mengembangkan sikap toleransi dan menjadikan diri kalian sebagai individu yang multikulturalis. Apakah yang dimaksudkan individu yang multikulturalis? Individu multikulturalis adalah individu yang bukan hanya mengakui adanya perbedaan atau keberagaman, melainkan harus mempunyai kesediaan untuk hidup berdampingan di tengah-tengah perbedaan atau keberagaman. Sebagai contoh perkawinan campur antaretnik. [50] Kegiatan Belajar 6 Soal menanyakan mengenai contoh yang bukan termasuk hubungan sosial. Interaksi sosial atau hubungan sosial merupakan hubungan timbal balik antar individu yang saling mempengaruhi satu sama lain, bersifat positif, dinamis, serta memiliki maksud dan tujuan yang jelas. Terjadinya interaksi sosial didasari bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri sehingga membutuhkan orang lain. Interaksi sosial dapat berlangsung antarindividu, individu dan kelompok, dan antarkelompok. Menurut Soerjono Soekanto, syarat terjadinya interaksi sosial adalah kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial berarti hubungan masing-masing pihak tidak hanya secara langsung bersentuhan fisik tetapi juga tanpa hubungan fisik. Misal, surat menyurat, telepon, sms, dan lainnya. Jadi, hubungan fisik bukan syarat utama terjadinya interaksi sosial. Sedangkan komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain yang dilakukan secara langsung maupun melalui alat bantu agar orang lain memberi tanggapan atau memberi respons. Kata kunci dalam interaksi sosial ini adalah "hubungan timbal balik". Berdasarkan uraian diatas, opsi jawaban yang bukan merupakan bentuk interaksi sosial adalah menyumbang dana untuk korban gempa lewat media massa, karena tidak ada hubungan timbal balik dan tidak ada komunikasi antar pihak donatur dan korban gempa karena penyaluran dana dilakukan melalui media massa. Jadi, jawaban yang tepat adalah B. Sponsors Link Bentuk hubungan sosial dalam kehidupan terjadi hubungan sosial yang merupakan hubungan timbal balik antara satu individu dengan individu lainya. Hubungan ini bersifat saling memengaruhi serta terjadi dengan adanya kesadaran saling tolong-menolong. Hubungan sosial juga dikenal dengan istilah proses interaksi sosial. Dalam hidup bermasyarakat, kita sebenarnya sudah melakukan hubungan atau interaksi sosial ini, mulai dari mengobrol, bergosip, saling bekerja sama, dan beberapa bentuk lain yang pada intinya menghubungkan satu orang dengan orang lain. Beberapa ahli mengutarakan pendapatnya masing-masing mengenai pengertian dari interaksi sosial ini, misalnyaGilin, yang berpendapat bahwa interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis, menyangkut hubungan antarindividu dan kelompok atau pun mengutarakan pendapat lain bahwa interaksi sosial dipahami sebagai proses bertindak dan membalas tindakan seseorang dalam hubungan dengan orang Soekanto, punya pengertian yang berbeda tentang interaksi sosial sebagai proses sosial mengenal cara berhubungan yang bisa dilihat jika individu atau kelompok sosial dapat saling bertemu serta menentukan sistem dalam hubungan dan Selznic turut berkontribusi dalam memberikan pengertian interaksi sosial sebagai proses bertindak yang dilandasi kesadaran adanya orang lain dan proses menyesuaikan respon sesuai dengan tindakan orang Young and Raymond Mack berpikir bahwa interaksi sosial sebagai hubungan sosial yang dinamis dan menyangkut hubungan antar individu, individu dengan kelompok, maupun antar Terjadinya Hubungan SosialFaktor Penghambat Perubahan Sosial Budaya seperti proses sosial lainnya, hubungan atau interaksi sosial baru bisa dikatakan terjadi ketika sudah memenuhi syarat yang menjadi ciri. Interaksi sosial terjadi ditandai dengan syarat berikut1. Kontak etimologi, kontak bisa diartikan sebagai bersama-sama dan menyentuh. Jika disatukan, kontak sosial dipahami sebagai “bersama-sama saling menyentuh”. Meski pengertian secara etimologi seperti itu, pada kenyataannya, kontak sosial memang tidak selalu harus kontak fisik. Kontak sosial bisa terjadi bahkan ketika baru terjadi gejala-gejala sosial seperti membaca surat, bertanding, telepon, berpidato, dan sosial bisa terjadi secara langsung maupun tidak sosial langsung terjadi ketika adanya kontak secara fisik seperti berbicara langsung, tersenyum, gestur tubuh, bahkan smapai kontak fisik seperti bersalaman, berpelukan, atau kontak sosial tidak langsung merupakan kontak sosial yang dimediasi dengan peralatan seperti koran, radio, telepon genggam, dan dilihat dari tingkat hubungannya, kontak sosial dibedakan menjadi dua yaitu primer dan sosial primer adalah kontak dengan hubungan langsung seperti bertemu, tanpa perantara, sehingga komunikasi tersebut saling mengetahui perwujudan dari masing-masing pihak yang saling sosial sekunder merupakan kontak yang dimediasi dengan alat sehingga dua pihak yang melakukan kontak tidak terlalu memahami perwujudan adalah kunci dari terjadinya interaksi sosial. Komunikasi merupakan alat berhubungan dengan orang lain, baik hubungan tersebut secara langsung maupun tidak langsung. Inti dari aktivitas komunikasi ini adalah saling menafsirkan maksud dan bahasa tubuh yang disampaikan oleh orang yang melakukan komunikasi. Tujuannya tak lain dari mencapai maksud dari interaksi sosial tersebut. Tanpa adanya komunikasi, maka akan terjadi Bencana Alam di Indonesia mustahil seseorang melakukan kontak sosial karena tidak adanya orang yang bisa membaca maksud dan tujuan dari orang lain tanpa diutarakan dengan bahasa yang jelas dan sama-sama dimengerti kedua pihak yang berhubungan yang Memengaruhi Munculnya Hubungan SosialInteraksi sosial terjadi karena beberapa faktor yang mendukung dan menyebabkannya. Faktor pendorong tersebut terdiri dari1. adalah tindakan meniru. Imitasi merupakan perilaku meniru tindakan, sikap, perilaku, penampilan fisik, sampai pada gaya hidup melakukan perilaku ini sejak kecil dan cenderung tidak disadari lantas menjadi kebiasaan. Misalkan mengimitasi perilaku ayah dan ibu ketika berbicara, makan, atau berpakaian. Ini adalah imitasi tak selalu berdampak positif. Dampak ini tergantung pada siapa figur yang diimitasi seseorang. Jika seseorang mengimitasi perilaku negatif, maka dampak yang akan ia dapatkan juga Ciri Manusia Sebagai Makhluk Ekonomi pasti memiliki sugesti merupakan pemberian pengaruh atau pandangan pada seseorang dengan harapan orang yang diberi sugesti bisa mengikuti instruksi yang diberikan tanpa pikir kehidupan bermasyarakat, sugesti juga cukup lekat dalam proses interaksi sosial. Biasanya, sugesti diberikan oleh orang-orang yang disegani, baik karena memegang jabatan atau terkenal sebagai tetua yang bijak. Hal ini dibuktikan dalam beberapa kebiasaan sehari-hari, misalnyaTokoh masyarakat menghimbau warganya untuk lebih ramah terhadap lingkungan, menggiatkan aktivitas gotong royong, dan pendidikan karakter pada anak dimulai dari saran pada teman yang tidak niat belajar untuk tetap melanjutkan sekolah. Saran tersebut dibumbui dengan semangat bahwa semua orang perlu belajar selama hidupnya agar bisa SimpatiSimpati merupakan kejiwaan seseorang yang merasa tertarik dengan orang lain dan sebagai Kondisi Penduduk Indonesia. Ketertarikan tersebut dipengaruhi dan dimotivasi oleh banyak hal, bisa jadi karena sikap, wibawa, atau tindakan yang dilakukan oleh orang lain. Simpati juga dipengaruhi oleh perasaan seseorang, jadi orang yang merasa simpati cenderung bisa memposisikan diri sebagai orang lain dan memahami perasaan dan kondisi orang lain tersebut. Contoh perilaku simpati dalam kehidupan sehari-hari adalahTurut berbahagia atas kesuksesan atau keberhasilan yang dicapai orang lain misalkan kasus menang perlombaan.Turut berduka cita atas kehilangan yang dialami orang lain misalkan kasus kematian.Menggerakkan aksi bantuan bagi korban bencana EmpatiPada dasarnya, empati mirip dengan simpati, namun intensitasnya lebih dalam. Empati merupakan perilaku seseorang dalam memposisikan dirinya sebagai orang lain, sehingga ia mencoba menyamakan cara pikir, tanggapan, dan tindakan seseorang tersebut dalam menghadapi suatu masalah. Empati adalah kunci dalam meningkatkan intensitas kedalaman hubungan seseorang dengan orang lainnya. Contoh perilaku empati dalam kehidupan sehari-hari ini ditunjukkan dengan perilaku berikutMembayangkan diri sendiri sebagai orang lain dalam menghadapi mengorbankan diri sendiri untuk kepentingan orang lain yang dia memiliki segan untuk mengeluarkan biaya dan tenaga guna kebahagiaan orang MotivasiMotivasi adalah dorongan atau pengaruh dari individu satu ke individu lainnya juga menyebabkan hal yang sendiri misalnya Faktor Perubahan Sosial. Motivasi ini memengaruhi orang yang diberi dukungan agar ia mau melakukan suatu hal namun tidak ada paksaan berarti. Biasanya orang memberikan motivasi jika orang lain itu dinilai memiliki potensi untuk melakukan sesuatu yang ia ragukan sendiri. Contoh perilaku sosial ini sepertiMenyemangati teman yang sedang memiliki masalah untuk bangkit dan menyelesaikannya, bukan lari dari masalah teman yang sedang dalam masa perlombaan agar tetap semangat dan bisa memenangkan iming-iming tertentu agar seseorang mau melakukan Dalam Terjadinya Hubungan SosialDalam proses interaksi sosial, ada beberapa ciri yang menandakan bahwa aktivitas tersebut tergolong interaksi sosial. Ciri-ciri yang dimaksud antara lain1. Pelaku interaksi sosial lebih dari 1 pertama jelas interaksi sosial dilakukan oleh lebih dari 1 orang. Jika hanya ada satu orang saja, maka hal tersebut bukan sebuah interaksi, karena tidak ada pihak lawan yang diajak berkomunikasi. Perilaku interaksi sosial bisa dilakukan minimal oleh dua orang yang berkepentingan. Dengan adanya pihak lawan, seseorang bisa mengajak berkomunikasi dan Ada komunikasi di antara pelaku kedua yang mutlak menjadi syarat terjadinya interaksi atau hubungan sosial adalah adanya komunikasi. Tanpa adanya komunikasi, dua pihak berkepentingan tidak bisa mengutarakan maksud, tujuan, dan motivasi sehingga tujuan dari interaksi sosial tidak akan pernah tercapai. Komunikasi yang terjadi pada interaksi sosial ini tak melulu harus dalam metode tatap muka. Komunikasi dengan perantara juga tergolong sebagai salah satu bentuk komunikasi yang menjadi ciri interaksi sosial. ContohnyaKomunikasi tatap muka langsung, bertemu dengan pihak lawan dan berbicara tanpa adanya menggunakan telpon, tidak harus bertatap muka namun bisa bertukar informasi secara langsung dan menggunakan pesan singkat, tidak ada tatap muka dan saling berbicara langsung namun isi atau informasi komunikasi tertuang jelas dalam pesan singkat yang akan dibaca pihak lawan Tujuan komunikasi yang berinteraksi dianggap memiliki tujuan masing-masing. Bahkan, untuk tujuan yang dianggap sepele pun termasuk tujuan komunikasi yang jelas. Tujuan komunikasi jelas ini bukan harus melulu tujuan yang resmi dan merupakan perkara besar. Beberapa contoh tujuan komunikasi jelas sebagai salah satu ciri terjadinya hubungan sosial adalahBerkomunikasi untuk mengobrol saat waktu untuk menyebarkan informasi mengenai jadwal tayang film di untuk membicarakan hal-hal yang menjadi ketertarikan dan bertukar informasi dengan lawan yang mengajarkan materi pelajaran pada murid-murid di Terdapat dimensi waktu menjadi ciri interaksi atau hubungan sosial. Dimensi waktu yang dimaksud mencakup masa lampau, masa kini, dan masa depan. Mengapa hal ini termasuk dalam ciri-ciri terjadinya interaksi sosial? Dimensi waktu menentukan sifat aksi yang akan berlangsung. Interaksi sosial pasti terjadi dalam dimensi ruang dan waktu, artinya interaksi sosial bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, bukan pada waktu tertentu atau terjadi harus di tempat yang sudah ditentukan Komunikasi dengan simbol-simbolDalam proses komunikasi, ada simbol-simbol yang digunakan kedua belah pihak yang berkomunikasi. Simbol tersebut terdiri dari berbagai macam bentuknya. Simbol komunikasi tersebut bisa jadiRambu-rambu lalu lintas menjadi contoh simbol komunikasi. Misalnya, huruf P dicoret menjadi simbol yang mengomunikasikan adanya larangan parkir di area tempat tanda tersebut yang kini sering digunakan ketika berbicara secara teks melalui smartphone sehingga lebih mampu mengekspresikan perasaan pengirim pesan dengan Hubungan Sosial AsosiatifHubungan sosial asosiaitf adalah hubungan sosial yang bersifat konstruktif atau membangun. Di antara kedua belah pihak yang bersangkutan tidak ada konflik, justru gotong royong untuk bekerja bersama dan mencapai tujuan yang diinginkan, baik tujuan tersebut sama atau berbeda. Dalam kehidupan bermasyarakat, ada beberapa jenis hubungan atau interaksi sosial yang bersifat asosiatif, di antaranya1. Kerja SamaSeperti namanya, hubungan atau interaksi sosial satu ini terjadi ketika dua pihak atau lebih yang berkaitan saling membantu satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama. Kerja sama merupakan bentuk interaksi sosial konstruktif yang paling umum dilakukan. Dari lingkungan keluarga, sekolah, dan bermasyarakat, semuanya pasti pernah melakukan jenis interaksi ini. Beberapa contoh dari interaksi kerja sama antara lainMembagi tugas dalam keluarga untuk mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyapu area dalam rumah dan halaman, mencuci piring dan peralatan masak, menjemur pakaian bersih dan menyetrikanya, dan dunia pendidikan, sering kali murid-murid diajarkan untuk mengerjakan tugas kelompok yang didesain sesuai dengan kompetensi dunia kerja, perusahaan yang berpotensi sukses lebih besar adalah yang pengelolaan kerjanya didasarkan pada pembagian tugas per divisi atau departemen. Satu departemen adalah satu tim kerja yang harus solid dalam menyelesaikan tugas-tugas AkomodasiIstilah akomodasi yang dimaksudkan tidak merujuk pada akomodasi yang merupakan fasilitas penyediaan area istirahat bagi para wisatawan. Akomodasi terkait dengan hubungan sosial merupakan bentuk interaksi sosial yang bertujuan untuk meredakan konflik yang terjadi dalam bermasyarakat. Interaksi ini mungkin lebih akrab diterima telinga dengan istilah mediasi’. Contoh-contoh interaksi akomodasi dalam kehidupan sehari-hari antara lainMelerai teman yang terlibat konflik untuk mengembalikan stabilitas suasana belajar atau suasana kerja. Selain melerai, pihak ketiga berfungsi sebagai penengah untuk menemukan titik temu masalah dan berusaha mencari jalan terbaik yang tidak merugikan pihak psikolog yang bertugas dalam menganalisis pasiennya yang kesulitan mengungkapkan perasaan sehingga menimbulkan masalah dalam kaitannya dengan interaksi dalam keluarga. Peran psikolog di sini bukan hanya mendengarkan, tetapi juga memahami pasien dan mengomunikasikan kondisi pasien pada keluarga serta membuat keluarga bisa menerima pasien tersebut tanpa ada lagi konflik AkulturasiAkulturasi merupakan istilah yang merujuk pada pengertian penerimaan budaya baru yang masuk dan dianggap baik oleh suatu masyarakat dengan tidak mengurangi atau menghilangkan unsur-unsur budaya lama yang sudah dianut atau dijadikan patokan bermasyarakat lebih dulu. Akulturasi berakibat pada bertambah kayanya sebuah budaya dan tentu saja yang diserap dalam kehidupan masyarakat tersebut adalah sisi budaya baru yang baik saja. Contoh dari akulturasi adalahCandi adalah contoh terjadinya akulturasi karena merupakan pencampuran budaya Indonesia dengan antara orang suku Betawi dan bangsa Cina menghasilkan kebudayaan Tari Cokek, Lenong, dan Gambang berbagai angpau dulunya dilakukan oleh warga dengan etnis Tionghoa pada saat tahun baru Cina. Kini, tradisi ini juga dilakukan oleh orang Indonesia, tepatnya pada saat hari raya Idul AsimiliasiAsimilasi adalah interaksi sosial yang mewujudkan perpaduan budaya yang berbeda dengan mengurangi perbedaan-perbedaan yang ada, sehingga terciptalah budaya baru di antara orang-orang yang berinteraksi tersebut. Jika gambaran proses akulturasi bisa dijabarkan sebagai rumus A + B = AB, maka pada asimilasi yang terjadi adalah A + B = C. Pada interaksi ini, kedua pihak yang bersangkutan bersedia untuk menerima pencampuran budaya yang tidak didominasi oleh budaya mereka sendiri. Contoh dari asimilasi adalah;Musik dangdut yang selama ini dikenal sebagai musik asli Indonesia ternyata merupakan hasil asimilasi karena terdapat pengaruh dari para pedagang India jaman yang dilakukan di Indonesia sekarang banyak menggunakan perpaduan antara ketentuan atau aturan keagamaan dengan budaya tradisional sesuai dengan etnis mereka tulisan kaligrafi yang kini sudah banyak dibuat menjadi karya seni indah awalnya merupakan pengaruh dari pedagang AdaptasiAdaptasi merupakan proses interaksi sosial di mana seseorang berusaha menyesuaikan diri dengan tempat baru mereka. Adaptasi adalah proses yang hampir selalu dialami oleh semua orang ketika memasuki area baru, baik area tersebut merupakan area tempat tinggal, tempat kerja, atau sekolah. Beberapa contoh adaptasi dalam kehidupan sehari-hari adalahMenjadi warga baru di sebuah wilayah yang baru membutuhkan adaptasi seperti berkenalan dengan para tetangga, memperkenalkan diri dengan para tetangga, memahami budaya kehidupan bermasyarakat yang berlaku, dan pertama masuk sekolah, biasanya para murid akan diajak untuk mengenal lingkungan sekolah melalui program inisiasi. Mereka juga berinteraksi dengan mengajak teman-temannya berkenalan dan mulai membangun KoalisiKoalisi adalah salah satu contoh bentuk interaksi sosial yang kemitraan atau aliansi dalam beberapa unsur dengan masing-masing pihak yang bersangkutan memiliki tujuan dan kepentingannya masing-masing. Koalisi ini bisa bersifat tetap maupun sementara, tergantung pada perjanjian awal. Contoh koalisi adalahKoalisi Indonesia Hebat, yang merupakan koalisi dari partai pendukung Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam pemilihan presiden di tahun Merah Putih, yang merupakan koalisi dari partai pendukung Prabowo dan Hatta Rajasa pada pemilu tahun KooptasiKooptasi adalah istilah lain dari pemilihan. Kooptasi juga bisa dipahami sebagai proses pemilihan anggota baru dalam musyawarah oleh anggota perkumpulan yang sudah ada. Kooptasi merupakan salah satu bentuk kerja sama guna menyepakati pilihan bersama agar bisa menjalankan organisasi atau kelompok. Contoh proses kooptasi adalahPemilihan ketua kelompok belajar yang baru yang dinilai memiliki beberapa kompetensi dasar seorang Hubungan Sosial DisosiatifSesuai dengan namanya yang merupakan lawan kata asosiatif, hubungan sosial atau interaksi yang bersifat disosiatif adalah interaksi yang bersifat saling menjatuhkan atau destruktif. Hubungan sosial ini ditandai dengan adanya konflik yang menyangkut pihak-pihak yang berinteraksi. Jenis interaksi sosial yang bersifat destruktif tersebut misalnya1. PersainganSesuai dengan namanya, persaingan adalah kondisi atau bentuk interaksi sosial di mana pihak-pihak yang bersangkutan saling berlomba dan berbuat sesuatu untuk mencapai tujuan yang sama. Persaingan merupakan hal yang lumrah terjadi pada hampir seluruh lini kehidupan, hanya saja sifatnya bisa berbeda menjadi persaingan sehat positif dan tidak sehat negatif. Contoh dari persaingan adalahPerlombaan debat oleh mahasiswa hukum yang membahas jalannya hukum di Indonesia. Semua peserta mematuhi aturan yang disediakan oleh panitia sehingga tidak ada pelanggaran hingga sampai pada pemilihan pemenang berdasarkan kriteria yang sudah dibuat contoh persaingan sehat.Promosi dengan saling menjatuhkan pesaing. Satu produsen mengunggulkan kekuatan namun di saat bersamaan menekankan kelemahan pesaingnya sehingga pembaca akan lebih memihak pada produsen yang kuat tersebut persaingan tidak sehat.2. KontraversiKontraversi adalah proses interaksi sosial yang kondisinya berada di antara persaingan dan perselisihan. Dalam interaksi ini terdapat gejala-gejala yang tidak pasti, perasaan tidak suka yang tidak dinyatakan, adanya kebencian, atau keragu-raguan yang timbulkan pada seseorang terhadap orang lainnya. Contoh dari kontraversi adalahTidak setuju pada rencana orang lain namun diam saja dan tetap melakukan rencana tersebut. Tidak ada komunikasi antara satu orang dengan orang lain sehingga perasaan tidak suka tersebut hanya modern yang membedakan pola pikir dan perilaku antara orang generasi Baby Boomers, Generasi X, Generasi Y, dan Generasi Milenial yang kerap membuat miskonsepsi yang berujung pada Pertentangan / atau perselisihan merupakan tingkat akhir dari interaksi sosial destruktif yang menimbulkan dampak negatif baik bagi pihak bersangkutan maupun orang-orang di luar interaksi tersebut. Perselisihan terjadi dari ketidaksetujuan atau ketidaksepemahaman antara pihak satu dengan pihak lainnya. Contoh perselisihan ini misalnyaKejadian tawuran antara anak SMA yang dipicu dengan rasa tidak terima ketika temannya harta warisan karena salah satu pihak merasa pembagian tersebut tidak adil dan merasa adanya intervensi dari pihak lawan sehingga dirinya mendapatkan bagian yang dianggap lebih informasi yang bisa kami sajikan terkait dengan hubungan sosial. Semoga artikel ini membantu Anda dalam memahami tentang interaksi atau hubungan sosial yang sehari-hari dilakukan bersama dengan keluarga, teman, tetangga, baik dalam lingkungan rumah, sekolah, atau pun tempat kerja. Sponsors Link - Simak penjelasan hubungan sosial, lengkap dengan pendorong dan bentuk-bentuknya. Manusia tidak dapat hidup senidirian. Oleh karena itu, manusia disebut makhluk sosial. Manusia membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya. Hubungan di antara manusia yang saling membutuhkan diwujudkan dalam bentuk interaksi atau hubungan timbal balik antar individu, antara individu dengan kelompok, dan antar kelompok. Baca juga Jenis-jenis Lembaga Sosial Lengkap dengan Fungsinya dari Lembaga Keluarga hingga Lembaga Politik Baca juga Bentuk-bentuk Interaksi Sosial dalam Kehidupan Masyarakat dari Kerjasama hingga Konflik Dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTS Kelas VIII yang disusun oleh Muh. Nurdin, Warsito, Muh. Nursa'ban, berikut penjelasan, pendorong, dan bentuk-bentuk hubungan sosial. Hubungan sosial merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk menghubungkan antarkepentingan individu, individu dengan kelompok, antarkelompok, yang terjadi secara langsung atau tidak langsung ditujukkan untuk menciptakan rasa saling pengertian dan kerjasama saling menguntungkan. Pendorong Hubungan Sosial Sejak lahir, manusia memiliki hasrat untuk hidup dengan manusia lain dan alam di sekitarnya. Naluri tersebut yang menyebabkan timbulnya hubungan sosial dalam masyarakat. Berikut beberapa faktor yang mendorong manusia untuk mengadakan hubungan sosial 1. Manusia sebagai makhluk sosial Maksud dari manusia sebagai makhluk sosial adalah manusia tidak bisa hidup tanpa orang lain untuk memenuhi kebutuhannya. Menurut Ellwood, naluri manusia untuk hidup berkelompok dan melakukan hubungan sosial, didasari oleh adanya unsur-unsur biologis yang harus dipenuhi. Unsur-unsur biologis tersebut adalah dorongan untuk makan, dorongan untuk mempertahankan diri, dan dorongan untuk melangsungkan kehidupan. 2. Manusia sebagai bentuk identitas sosial Manusia dalam kehidupan sehari-hari selalu menampakkan diri dengan berbagai karakteristik yang membedakan dengan orang lain. Perbedaan antarindividu maupun kelompok menjadi kekuatan untuk mencapai tujuan bersama. 3. Kebutuhan manusia yang universal Kebutuhan hakiki yang terdapat dalam manusia adalah kebutuhan afeksi, inklusi, dan kebutuhan kontrol. Kebutuhan afeksi yaitu keinginan diterima oleh orang lain. Hal tersebut menjadikan munculnya sifat kasing sayang. Kebutuhan inklusi tercermin pada kelompok-kelompok sosial yang tujuannya mendapatkan kepuasan dan mempertahankan diri. Kebutuhan kontrol akan terwujud dalam tingkah laku seperti proses pengambilan keputusan, untuk mmemimpin, mempengaruhi, mengatur, bahkan melawan. Selain itu, dalam hubungan sosial juga memiliki bentuk. Berikut bentuk-bentuk hubungan sosial 1. Tindakan sosial Tindakan sosial yaitu suatu perbuatan atau aktivitas manusia yang dipengaruhi oleh keberadaan orang lain atau kelompok masyarakat. Melalui sebuah tindakan, manusia dapat menunjukkan eksistensinya di dalam masyarakat. Berikut jenis-jenis tindakan sosial a. Tindakan sosial yang bersifat rasional Tindakan sosial yang bersifat rasional yaitu tindakan yang dilakukan dengan pertimbangan dan pikiran secara sadar, yang meliputi proses sosial yang sistematis untuk mencapai tujuan yang sudah direncanakan. Contoh Kamu bercita-cita menjadi dokter, untuk itu kamu harus menempuh pendidikan dari SD, SMP, SMA dan Pergutuan Tinggi mengambil jurusan Kedokteran. b. Tindakan sosial yang irrasional Tindakan sosial ini dilaksanakan tanpa memperhatikkan azas manfaat dan tujuannya terlebih dulu, yang diperhatikkan yaitu cara untuk mecapai tujuan. Contohnya adalah pelaksanaan upacara keagamaan. c. Tindakan sosial yang bersifat tradisional Tindakan sosial yang bersifat tradisional yaitu tindakan yang bersifat rasional. Akan tetapi, si pelaku tidak memperhatikan proses dan tujuan terlebih dulu. Contohnya adalah bersikap sopan pada orang yang lebih tua. 2. Interaksi sosial Interaksi sosial adalah hubungan yang tertata dalam bentuk tindakan-tindakan yang berdasarkan nilai dan norma sosial yang berlaku. Apabila interaksi dilakukan sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku, maka hubungan tersebut akan berjalan baik. Namun, jika interaksi dilakukan tidak sesuai dengan nilai dan norma, maka hubungan tersebut akan tidak baik. Tindakan sosial dan interaksi sosial merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Tindakan sosial yaitu perbuatan yang dipengrauhi oleh orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan interaksi sosial yaitu hubungan yang terjadi sebagai akibat dari tindakan individu-individu. Putri

tindakan berikut ini merupakan bentuk hubungan sosial adalah